Pengelolaan Sampah Masih Buruk di Indonesia Mahasiswa Rancang Trash Conveyor | IndiHome
25 FEB 2021        BLOG

Pengelolaan Sampah Masih Buruk di Indonesia Mahasiswa Rancang Trash Conveyor

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak di urutan ke-4 dunia. Jumlah penduduk, dan didukung gaya hidup konsumeris masyarakat memberikan sumbangsih besar meningkatkan sampah. Oleh sebab itu, dibutuhkan pengelolaan sampah efektif untuk mengatasinya.

Tingginya jumlah penduduk berdampak besar terhadap jumlah sampah yang dihasilkan. Apalagi di era perkembangan teknologi dan industri saat ini, dimana karakteristik dan jenis sampah semakin beragam. Padahal keberadaan sampah dapat membawa dampak buruk bagi manusia dan alam.


Dampak Negatif Sampah

Metode mengelola sampah yang diterapkan di Indonesia memang bisa dikatakan masih jauh dari kata berhasil. Sementara jumlah sampah semakin hari semakin bertambah.

Selain peralatan pengelolaan tidak memadai, kurangnya kesadaran masyarakat akan dampak negatif sampah adalah salah satu faktor penyebab kenapa Indonesia tidak bisa bersih dari sampah.

Di bawah ini adalah beberapa dampak negatif dari sampah apabila tidak ditangani secara serius:

  • Mengakibatkan kerusakan ekologis, baik itu ekosistem perairan, maupun daratan.
  • Mempengaruhi kehidupan bagi organisme yang hidup di air.
  • Pencemaran lingkungan, contoh sampah dibuang ke sungai, maka air sungai akan tercemar.
  • Menyebarkan penyakit dan masalah kesehatan pada makhluk hidup, khususnya manusia.
  • Menyebabkan bencana alam, seperti terjadinya banjir, dan tanah longsor.
  • Menjadi penyebab bau tidak sedap.
  • Terganggunya estetik atau merusak keindahan lingkungan di suatu daerah.
  • Pembakaran sampah akan menyebabkan polusi atau pencemaran udara.
  • Sampah hasil aktivitas industri pabrik dapat menyebabkan hujan asam.

Viral Mahasiswa UMM Rancang Penyaring Sampah Otomatis di Sungai

Belum lama ini, kisah sejumlah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang merancang penyaring sampah otomatis untuk diaplikasikan di kawasan sungai menjadi viral. Apalagi, alat bernama trash conveyor tersebut digadang-gadang dapat menjadi solusi membersihkan sungai.

Gagasan tersebut dilatarbelakangi oleh rasa keprihatinan para mahasiswa saat melihat begitu banyak sampah mencemari sungai. Dari sanalah akhirnya timbul gagasan kreatif dari Mahdan Razaq, Arief Hidayat, dan Sultan Dzulfiqar Adham, yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknik UMM.

Mahdan Razaq menjelaskan, bahwa ide tersebut berawal saat sedang KKN di Desa Sambigede, Malang. Saat melihat betapa kotornya sungai karena tercemar tumpukan sampah, Mahdan lalu mengajak Arief, dan Sultan merencanakan pembuatan alat untuk membersihkan sampah disana.

Sayangnya, ide Mahdan, dkk tidak dapat direalisasikan di Sambigede karena proses perizinannya sulit. Tidak kehabisan akal, Mahdan mengajak beberapa orang teman dari jurusannya untuk mengajukan ide tersebut ke PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa) – Teknologi di tahun 2020.

Bagaimana Cara Kerja Trash Conveyor?

Lebih lanjut, Mahdan menjelaskan bahwa pengelolaan sampah dengan trash conveyor memanfaatkan aliran sungai dengan posisi jatuh dari bendungan guna memisahkan material sampah dan air. Setelah air dan sampah jatuh, otomatis sampah akan masuk ke bagian utama conveyor.

Proses selanjutnya adalah, dimana sampah akan dibawa ke Second Conveyor, kemudian menuju tempat pembuangan sampah yang telah dipasang pada sisi samping bendungan. Jadi, proses penyaringan hingga pembuangan sampah dengan alat tersebut memang terbilang praktis.

Menariknya, pada PKM tahun lalu ada beberapa perubahan sehubungan pelaksanaan PKM-T, dan salah satunya adalah hasil dari PKM-T bukan dalam bentuk alat, namun video animasi dan desain.

Mahdan juga mengatakan, bahwa pemerintah sebenarnya sudah mempunyai alat untuk membersihkan sampah bernama Interceptor 001. Hanya saja, ada beberapa kelemahan pada alat tersebut, termasuk terbatasnya penggunaan karena cuma bisa diaplikasikan di sungai besar.

Di samping itu, pemasangan Interceptor 001 juga termasuk rumit, sebab membutuhkan banyak tenaga untuk mengoperasikannya. Lebih lanjut, Mahdan berharap jika rancangan Trash Conveyor dapat terealisasi sehingga bisa membantu mengurangi masalah sampah di sungai.
 

Realisasikan Ide Kreatif dengan Mengikuti Pekan Kreativitas Mahasiswa

Mungkin ada banyak diantara Anda yang memiliki beragam ide kreatif untuk mengatasi berbagai masalah publik di tanah air, namun masih tersandung dengan terbatasnya dana. Namun, jangan menyerah karena Anda bisa mengajukan proposal ke PKM yang diselenggarakan setiap tahun.

Program Pekan Kreativitas Mahasiswa / PKM diadakan oleh pihak Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, dan semua orang yang berstatus sebagai mahasiswa dapat mengikutinya. Karena tujuan program ini memang untuk membangun keberagaman intelektual, inovasi, dan objektifitas.

Umumnya, program PKM akan diinformasikan oleh pihak Perguruan Tinggi, termasuk cara daftar dan syarat-syarat yang wajib dipenuhi. Apabila proposal Anda lolos di tahap penilaian oleh Dirjen Pendidikan Tinggi, maka akan mendapatkan pendanaan untuk merealisasikan ide yang diajukan.

Anggaran yang diberikan sangat variatif, menyesuaikan dengan kebutuhan penyediaan alat atau melakukan riset tertentu. Namun, biasanya disesuaikan kebutuhan mahasiswa.

Oleh sebab itu, bagi mahasiswa yang memiliki gagasan inovatif dan bermanfaat, namun terkendala dana. Anda dapat menjadikan program PKM sebagai solusi mewujudkan impian tersebut. Apalagi, anggaran yang digelontorkan pada PKM memang tergolong sangat besar.
 

Melatih Kreativitas Anak Melalui Konten Edukasi Online dengan Paket Internet 2P IndiHome

Solusi pengelolaan sampah dengan merancang trash voyeur yang dilakukan oleh mahasiswa UMM tersebut memang sangat menginspirasi. Apabila Anda merupakan orang tua, maka sudah pasti akan merasa bangga ketika anaknya berhasil memberikan kontribusi untuk orang banyak, bukan?

Namun, agar anak bisa berhasil dalam mencapai tujuannya, tentu akan sulit apabila tanpa dukungan Anda. Lalu, bagaimana cara memberikan dukungan pada anak agar bisa terus berkarya?

Di era digital seperti sekarang, sebenarnya lebih mudah dalam menunjukkan support kepada buah hati tersayang. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan pembelajaran online melalui konten edukasi yang dapat merangsang keinginan, dan kemampuan anak.

Untuk mendukung proses edukasi online, maka Anda bisa berlangganan Paket 2P (Internet + TV) atau Paket 2P (Internet + Phone) dari IndiHome. Dengan berlangganan Paket 2P dari IndiHome, seluruh keluarga dapat menikmati koneksi internet super cepat, bebas nelpon dan atau nonton tayangan TV yang berkualitas, sehingga terinspirasi untuk berkarya.

Apa saja keuntungan berlangganan Paket Internet 2P?

  1. Koneksi Internet Stabil

    Seluruh anggota keluarga di rumah dapat berselancar di jaringan internet berkualitas dengan kecepatan up to 100 Mbps. Dengan begitu, maka anak akan lebih giat dalam mempelajari hal-hal baru dan mendapatkan edukasi berkelanjutan secara online.

    Ada ribuan konten, seperti literatur dan tutorial untuk pendidikan formal serta non formal yang terdapat di internet. Jadi, anak tetap bisa belajar secara maksimal di rumah, terutama pada masa pandemi yang memang memaksa setiap orang untuk stay at home.

  2. Tayangan TV Berkualitas

    Keuntungannya Anda dapat mengakses ratusan pilihan channel TV dengan tayangan berkualitas. Jadi, buah hati tetap bisa mendapatkan pelajaran baru meskipun hanya menonton TV di rumah.

  3. Telponan Sepuasnya

    Keuntungan lain jika berlangganan Paket 2P (Internet + Phone) adalah karena Anda bisa ngobrol dengan orang-orang terdekat menggunakan sambungan telepon jernih selama 300 menit.

Sebagai orang tua, Anda harus tahu bahwa kreativitas tanpa didukung sistem yang bagus bisa memberikan hasil tidak maksimal. Di samping hanya memaksa anak belajar ini dan itu, Anda dapat mendukungnya dengan menyediakan akses internet stabil untuk mendukung proses pembelajaran.