Tetap Laris Jualan Kue dan Makanan Online di Masa Pandemi | IndiHome
26 DEC 2020        BLOG

Tetap Laris Jualan Kue dan Makanan Online di Masa Pandemi

Tetap Laris Jualan Kue dan Makanan Online di Masa Pandemi

 

Pandemi Covid-19 yang terjadi setahun terakhir telah membuat ekonomi di seluruh dunia hancur, tak terkecuali di Indonesia. Bisnis besar maupun UMKM banyak yang mandek karena PSBB. Oleh karena itu para pengusaha sebaiknya melakukan digitalisasi ekonomi di masa pandemi.

Saat ini, hampir seluruh aspek kehidupan telah bergeser ke dunia digital. Pekerjaan dilakukan dari rumah dengan sistem online, begitu pula dengan sekolah, berbagai perayaan, dan lain sebagainya. Pebisnis juga dituntut untuk mengikuti ritme yang sama, beralih ke jalur online.

Tips UMKM agar Tetap Bertahan di Masa Pandemi

Pandemi memang belum bisa diprediksi kapan akan usai. Namun sebagai pebisnis, tidak ada pilihan selain bertahan. Mau tidak mau, bisnis harus terus berjalan.

Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan oleh pelaku UMKM makanan dan kue agar tetap bisa bertahan dan berjaya di tengah pandemi Covid-19.

  1. Analisis SWOT

    Langkah pertama yang bisa dilakukan oleh para pemilik adalah melakukan analisis SWOT, yang meliputi:

    • Strength (kekuatan)
    • Weakness (kelemahan)
    • Opportunity (kesempatan)
    • Threat (ancaman)


    Analisis yang biasanya dilakukan ketika baru pertama menjalankan usaha ini mesti dilakukan kembali di tengah ancaman pandemi. Tujuannya adalah untuk memetakan kesempatan dan peluang yang mungkin dijajal oleh pelaku usaha.

    Bisnis kue dan makanan memang seperti tak pernah ada matinya. Namun keadaan dunia saat ini tak menjamin bahwa usaha di bidang kuliner tersebut selalu bisa berjalan seperti harapan.

    Mengingat keadaan dunia berubah drastis akibat pandemi, UMKM atau bisnis pada umumnya wajib melakukan penyesuaian. Oleh sebab itu, analisis SWOT ini sangat penting untuk dilakukan.


  2. Gabung dengan Komunitas

    Persatuan membuat kita menjadi kuat dan beban akan terasa lebih ringan jika dijunjung bersama. Hal ini juga berlaku dalam konsep bisnis, terutama UMKM. Para pelaku UMKM dinilai lebih tahan terhadap krisis dibandingkan dengan perusahaan besar.

    Hal ini bisa terjadi karena pelaku UMKM memiliki komunitasnya sendiri. Komunitas tersebut tak hanya berperan sebagai wadah untuk berkumpul dan berbagi pengetahuan.

    Di dalam komunitas UMKM juga berlaku istilah kebersamaan dan saling menguatkan. Para pelaku UMKM tak segan saling berbagi tips untuk bisa bertahan di kala kondisi ekonomi kurang stabil.

    Bahkan tak jarang pula para pelaku UMKM ini saling membantu supaya usaha anggotanya tak gulung tikar akibat keadaan yang kurang mendukung.

    Jadi, bergabung dalam komunitas UMKM kuliner dapat menjadi salah satu strategi yang bagus supaya usaha Anda bisa bertahan. Setidaknya Anda memiliki suatu ‘support system’ untuk bisa melawan pandemi.


  3. Digitalisasi Ekonomi di Masa Pandemi

    Para pelaku UMKM dituntut untuk mampu mengejar perkembangan zaman. Jika sebelum pandemi operasional UMKM Anda masih menggunakan cara-cara offline, saat ini aktivitas bisnis sebisa mungkin dijalankan secara online.

    Untuk UMKM yang bergerak di bidang makanan dan kue, langkah yang bisa dilakukan antara lain:

    • membuat toko online di marketplace
    • mendaftarkan diri menjadi mitra layanan delivery online
    • membuat website toko online sendiri
    • menawarkan produk melalui media sosial
    • menggunakan aplikasi chat untuk berkomunikasi dengan konsumen


    Jangkauan bisnis online ini justru bisa lebih luas dibandingkan dengan bisnis offline. Bagaimana tidak, internet bisa diakses oleh semua orang di seluruh dunia. Tak menutup kemungkinan bahwa jangkauan pasar Anda akan lebih luas.

    Untuk menjalankan bisnis secara online, setidaknya Anda memerlukan beberapa hal berikut ini:

    • Perangkat yang mendukung seperti komputer dan handphone untuk menangani pesanan.
    • Internet yang lancar dan stabil untuk operasional bisnis online.
    • Orang atau tenaga kerja yang familier dengan bisnis online.


    Untuk memenuhi kebutuhan internet yang stabil serta layanan telepon rumah, Anda bisa memanfaatkan layanan 2P atau 3P dari IndiHome.

    Mulai dari Rp300.000-an per bulan, Anda sudah bisa menikmati layanan internet yang stabil guna mendukung kelancaran bisnis online. Untuk informasi lebih lengkap serta pendaftaran, Anda bisa langsung mengunjungi website resmi IndiHome.


  4. Jurnal Online

    Karena transaksi sudah dilakukan secara online, pembuatan jurnal keuangan juga perlu bergeser ke sistem online.

    Pembayaran dan penagihan bisa dilakukan dengan lebih mudah tanpa harus bertatap muka jika sudah berbasis online atau daring. Umumnya, jurnal online lebih mudah dipantau dan data di-update secara realtime. Hal ini bisa menjaga supaya cashflow bisnis Anda tetap berjalan normal.


  5. Membuat Inovasi dalam Promosi

    Para pelaku UMKM yang berpindah ke bisnis digital tak hanya Anda. Sebagian besar UMKM yang sudah ada sejak sebelum pandemi saat ini mulai berpindah ke bisnis online. Tak hanya itu, akibat banyaknya PHK akhir-akhir ini mendorong para pekerja yang dirumahkan untuk membangun usaha. Artinya, persaingan dalam bisnis online akan lebih ketat dibandingkan sebelumnya. Untuk bisa memenangkan persaingan, pelaku UMKM sebaiknya menghadirkan inovasi dalam promosi.

    Tak melulu pada produk, inovasi pun harus dilakukan pada sistem promosi. Tinggalkan metode promosi lama yang saat ini mungkin sudah out of date. Tentukan siapa yang menjadi target pasar bisnis Anda, lihat apa yang tengah menjadi tren dan gunakan kesempatan tersebut untuk promosi. Namun Anda tak harus selalu mengikuti tren, membuat strategi promosi yang unik juga mampu menarik lebih banyak konsumen.

    Promosi juga bisa Anda lakukan dengan cara-cara berikut ini:

    • Menggandeng influencer di YouTube
    • Menjalin kerja sama berupa endorsemen atau paid promote dengan selebgram
    • Berpromosi melalui TikTok
  6. Membuat Perencanaan Anggaran

    Anggaran untuk bisnis UMKM di masa pandemi harus benar-benar diperhatikan. Buatlah rencana anggaran yang efisien dan efektif. Fokuskan anggaran untuk keperluan bisnis yang paling penting dan mendesak.

    Untuk pengeluaran yang tidak begitu penting, sebaiknya dihilangkan saja supaya tidak ada dana atau anggaran yang terbuang percuma. Di keadaan yang serba susah seperti saat ini, pelaku UMKM harus pintar-pintar membuat perencanaan dan mengelola anggaran bisnisnya.


  7. Monitoring Usaha

    Ketika usaha sudah berjalan, Anda perlu melakukan pengawasan. Terlebih untuk usaha yang dijalankan oleh karyawan sementara Anda sedang tak berada di lokasi.

    Saat ini, monitoring usaha bisa dilakukan dari kejauhan. Untuk memantau kinerja karyawan, Anda bisa menggunakan CCTV. Sementara jurnal keuangan online bisa dipakai untuk memantau cashflow secara realtime.

  8. Periksa Stok secara Berkala

    Dalam bisnis makanan, memeriksa stok secara berkala sangat penting untuk dilakukan. Pemeriksaan stok bertujuan untuk memastikan bahwa Anda masih memiliki persediaan produk untuk dijual kepada konsumen.

    Dengan memantau stok juga Anda bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan restock atau menghubungi supplier.

    Sama seperti monitoring usaha, memantau atau memeriksa stok juga bisa dilakukan secara online saat ini. Fitur pemeriksaan stok ini umumnya sudah menjadi satu paket dengan jurnal online.

    Berkat adanya alat atau teknologi tersebut, pelaku UMKM tak perlu lagi menghitung stok secara manual. Hal ini jelas memudahkan bagi pelaku UMKM, terutama bagi mereka yang stok barangnya sangat banyak.

Dari penjelasan yang telah Anda baca di atas, digitalisasi ekonomi di masa pandemi dapat menjadi solusi bagi UMKM agar bisa bertahan. Selain itu, inovasi dan kreativitas juga sangat diperlukan di sini.