Tantangan dan Kemudahan di Era Digitalisasi Industri Musik | IndiHome
21 JUN 2021        BLOG

Tantangan dan Kemudahan di Era Digitalisasi Industri Musik

>Perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak dan perubahan besar pada berbagai aspek, termasuk di industri musik. Memasuki era digitalisasi industri musik, musisi tidak hanya dimudahkan oleh kecanggihan teknologi, namun juga dihadapkan pada tantangan yang kompleks.

>Di satu sisi, hal ini berpengaruh pada proses produksi hingga distribusi musik menjadi semakin mudah, sehingga memberi peluang lebih besar untuk musisi independen dalam berkarya. Akan tetapi, pada sisi lain penggiat musik juga harus beradaptasi dan berjuang, khususnya dalam menghadapi perubahan di dunia industri kreatif.


Peluang Bermusik Semakin Menjanjikan di Era Digital

>Tidak bisa dipungkiri bahwa era digital telah mempermudah kehidupan manusia. Hal ini juga berimbas pada perkembangan industri musik. Pasalnya, proses pendistribusian musik saat ini jadi lebih mudah dan menjanjikan. Salah satunya dengan semakin maraknya peminat layanan musik >streaming>.

>Berbeda dengan beberapa puluh tahun ke belakang, saat ini distribusi musik tidak hanya terbatas pada memproduksi album atau EP (>Extended Play>) yang diabadikan dalam bentuk piringan hitam, kaset, atau cakram padat, lalu didistribusikan ke berbagai toko musik di setiap daerah di Indonesia.

>Namun, di masa peralihan ke era digitalisasi musik, khususnya selama masa pandemi, musik dapat diproduksi secara digital dengan anggaran yang lebih kecil, tetapi hasilnya tetap berkualitas. Para musisi juga bisa langsung memasarkan hasil karyanya secara >online> melalui berbagai >digital >platform>.

>Buddy Ace, seorang pengamat musik, menilai bahwa di era digitalisasi para penggiat musik memiliki potensi tetap produktif dan berkembang guna mendapat penghasilan. Sebagian besar musisi Indonesia juga telah melek sosial media sehingga aktivitas bermusik dapat ditampilkan di sana.

>Buddy menegaskan bahwa >live streaming> harus dilakukan jika musisi tidak mau kehilangan peluang. Di era digital seperti sekarang, kesempatan perlu terus dikorek agar bisa berkembang dengan cara tidak terduga.


Tantangan di Era Digitalisasi Industri Musik yang Harus Dipahami Musisi

>Seperti telah disebutkan sebelumnya, bahwa di balik semua kemudahan yang didapatkan seniman pada era digitalisasi ini, para musisi juga harus siap dalam menghadapi tantangan. Salah satu tantangannya adalah disrupsi, yaitu sebuah era terjadinya inovasi serta perubahan besar-besaran secara fundamental.

>Dalam masa peralihan ini, semua sistem dan tatanan yang ada secara perlahan berubah ke berbagai cara baru. Oleh karena itu, dari sisi produksi para penggiat musik harus bisa beradaptasi ke arah yang lebih mudah dan praktis menyesuaikan dengan teknologi digital.

>Di lain sisi, mudahnya produksi dan distribusi memicu hadirnya model bisnis >360-degree deal>, yaitu> sebuah perjanjian di mana label menyetujui untuk memberikan pendanaan dan berbagai hal lainnya yang dibutuhkan musisi meliputi kegiatan promosi, >tour> dan sebagainya. Namun, musisi juga menyetujui jika label menerima persentase pendapatan dari semua aktivitas band, bukan hanya dari penjualan rekaman, tetapi juga aktivitas yang menghasilkan uang lainnya, seperti penjualan >merchandise>, penampilan musisi dalam film dan acara televisi, dan sebagainya.

>Model bisnis ini sudah semakin mewabah hingga memungkinkan bagi musisi untuk berkarir secara independen. Sekilas memang tampak gampang, akan tetapi sebenarnya ada banyak tantangan di dalamnya.


Bagaimana Tetap Bisa Eksis Berkarir di Masa Industri Musik Digital?

>Di Amerika, digitalisasi pada industri musik menciptakan >Black Box Royalties>. Artinya, musisi harus mempertanggungjawabkan segala sesuatunya sendiri. Apabila tidak hati-hati, maka kondisi tersebut bisa membuat musisi menjadi lengah pada aspek lain yang berdampak terhadap karir bermusik.

>Selain model >360-degree deal>, marak juga bisnis model >music on-demand> yang membuat masyarakat bisa bebas menentukan musik yang ingin didengar. Namun, yang paling menarik dari model bisnis tersebut adalah royalti, karena umumnya didapatkan dari >member> berbayar dan iklan.

>Dengan kata lain, karir dan pendapatan para musisi hari ini sangat ditentukan oleh publik. Jika musisi mampu mengambil kesempatan dan menghasilkan karya sesuai ekspektasi masyarakat, maka kemungkinan untuk bisa meraih popularitas di dunia bermusik menjadi semakin besar.

>Musisi juga harus aktif memasarkan karya-karya melalui berbagai >digital >platform> serta media sosial, seperti YouTube, Facebook, Instagram, TikTok, >broadcast message> di Line atau WhatsApp, dan sebagainya. Semakin banyak yang mengetahui musik Anda, semakin besar peluang Anda untuk menaikkan pendapatan.

>Selain itu, Anda juga bisa menggelar konser >online> secara >live streaming>. Untuk meraih banyak penonton, maka buatlah iklan atau materi promosi semenarik mungkin. Musisi harus pandai dalam mengambil hati audiens untuk menyaksikan konser >online> tersebut.


Yuk, Nonton Konser Musik Online Favorit Bersama MOLA di IndiHome

>Pembatasan kegiatan di luar rumah selama pandemi memang seringkali membuat bosan. Terutama pada hari libur, pastinya akan semakin bosan jika tidak ada hal yang bisa dilakukan. Namun, sebenarnya Anda masih bisa nonton berbagai macam acara konser musik favorit secara >live streaming>, lho.

>Di zaman modern seperti sekarang, internet menjadi solusi bagi masyarakat di seluruh dunia. Pasalnya, Anda bisa mengakses apa saja melalui internet, termasuk juga hiburan seru dan menyenangkan. Jadi, aktivitas selama di rumah terasa lebih asyik dan berwarna.

>Bagi para penggemar musik yang sudah tidak sabar ingin nonton penampilan musisi favorit secara langsung di masa pandemi ini, maka nonton konser secara >live streaming> bisa jadi solusinya. Untuk mendukung kegiatan nonton agar bebas dari gangguan koneksi internet, Anda bisa berlangganan MOLA di IndiHome.


Apa itu MOLA di IndiHome?

>MOLA merupakan salah satu >platform> hiburan terbaik Indonesia yang menyajikan konten eksklusif dan menarik melalui kanal Mola Movies, Mola Living, Mola Sports, dan Mola Moms & Kids. Mulai dari film festival, serial dan >box office>, tayangan anak yang memicu inspirasi hingga berbagai pertandingan bola bergengsi. Selain itu, Anda juga bisa menyaksikan seri konser musik secara >intimate> yang menyatukan pengalaman nonton band mancanegara dan lokal dengan gaya yang eksklusif dan hangat melalui program MOLA Chill Fridays. MOLA hadir sebagai salah satu add-on unggulan di IndiHome yang siap menghibur Anda sekeluarga di rumah.

>Untuk memenuhi kebutuhan digital di rumah, Anda juga bisa berlangganan add-on lainnya dari IndiHome. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • >Minipack Channel TV
    Bebas menambah berbagai >channel> TV favorit sesuai keinginan. 
  • >Wifi.id Seamless
    Pelanggan IndiHome dapat mengakses internet di mana saja melalui jaringan Wifi.id yang tersebar di berbagai penjuru tanah air.
  • >Speed on Demand
    Tambah kecepatan internet secara sementara sesuai kebutuhan.
  • >Upgrade Speed
    Pengguna dapat tambah kecepatan internet secara permanen.

>Yuk, dukung musisi favorit Anda agar bisa terus berkarya di era digitalisasi industri musik dengan menyaksikan konser musik >streaming> mereka. Langkah kecil yang Anda lakukan dapat memberikan motivasi kepada para musisi untuk terus mengembangkan kreativitas.