Manfaat Konten Edukatif untuk Mendukung Generasi Muda Cerdas dan Berakhlak | IndiHome
15 FEB 2021        BLOG

Manfaat Konten Edukatif untuk Mendukung Generasi Muda Cerdas dan Berakhlak

Variasi konten hiburan di zaman modern memang semakin beragam. Sehingga buah hati Anda pun bisa menikmati aneka konten yang menghibur sepanjang hari, terutama saat lebih banyak beraktivitas #DiRumahAja. Namun, kemudahan tersebut membuat Anda harus lebih jeli memilihkan konten yang sesuai dengan kebutuhan dan usia si buah hati. Konten edukasi harus menjadi prioritas agar buah hati Anda tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berakhlak.

Konten edukasi yang bermanfaat tak selalu identik dengan sesuatu yang monoton dan membuat si kecil mudah bosan. Jika Anda sudah mengenal kriteria konten yang baik untuk anak-anak, Anda pasti tak akan kesulitan memilihnya. Buah hati pun akan merasa senang karena bisa menikmati hiburan sambil belajar hal-hal baru.


Apa Saja Kriteria Konten Edukasi yang Baik untuk Anak?

Ketika memilih konten untuk anak-anak, Anda harus memastikan bahwa konten tersebut memenuhi beberapa kriteria berikut ini:

  • Memuat informasi yang sesuai dengan usia anak, misalnya tayangan tentang belajar mengenal warna dan anggota tubuh untuk balita atau konten tentang habitat hidup hewan untuk anak usia Sekolah Dasar (SD). Sajian konten yang disesuaikan dengan usia akan membuat si kecil lebih mudah memproses dan menyimpan informasi yang diperoleh dari konten tersebut. Anda pun tak akan kewalahan menjawab pertanyaan seputar konten yang disaksikan buah hati Anda.
  • Mengutamakan konten yang berasal dari sumber terpercaya, misalnya situs resmi Kemendikbud RI, channel Youtube yang reputasinya baik, dan situs sains internasional yang resmi. Anda harus cermat menghindari konten yang sumbernya tidak kredibel agar anak Anda tidak mendapatkan informasi yang keliru.
  • Mengandung informasi netral yang tidak bersangkutan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) atau kekerasan. Pelajaran mengenai SARA harus disampaikan dengan cara yang baik dan disertai keteladanan, bukan berasal dari konten hiburan yang menyinggung pihak tertentu. Konten edukasi berupa olahraga bela diri boleh disaksikan anak pada usia yang tepat (memasuki masa remaja) disertai dengan bimbingan orang tua. Anda tentu tak ingin kan konten tentang SARA dan kekerasan memicu buah hati Anda untuk melakukan kekerasan fisik maupun verbal.
  • Menggugah anak untuk melakukan tindakan konkret. Contoh konten yang memotivasi buah hati untuk melakukan aksi nyata yaitu Do It Yourself (DIY) dan eksperimen sains. Konten edukasi tersebut membuat anak Anda akan tetap aktif secara fisik di sela-sela aktivitas penggunaan internet.
  • Membantu buah hati Anda menyelesaikan kewajiban belajar di sekolah. Konten edukasi tentang aneka mata pelajaran beserta contoh-contoh soal akan membantu anak-anak untuk memahami pelajaran yang diterima di sekolah. Biasanya konten edukasi audio visual memang lebih mudah dimengerti karena dilengkapi dengan ilustrasi menarik dan contoh yang detail.


Bagaimana Cara Mendampingi Anak dalam Memilih Konten Berkualitas?

Anak-anak tentu tak ingin dikekang orang tua saat menikmati konten yang disukainya, terutama jika sudah memasuki usia remaja. Namun, Anda bisa menerapkan beberapa cara ini untuk mendampingi anak memilih konten berkualitas:

  • Menempatkan diri sebagai teman dan pendengar bagi buah hati. Hal ini akan membuat anak Anda tak segan berbagi cerita tentang konten yang ditemui di internet. Bila anak Anda menyaksikan konten yang kurang berkualitas dan tidak sesuai dengan usianya, Anda bisa menasehatinya secara baik-baik sambil memberikan referensi konten lain yang lebih seru dan bermanfaat.
  • Menetapkan screen time untuk anak sesuai dengan usianya. Screen time adalah waktu yang bisa digunakan anak-anak untuk menggunakan gadget atau mengakses media elektronik (TV dan konsol game). Penetapan screen time harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kebutuhan anak, misalnya balita hanya butuh screen time maksimal 30 menit per hari. Sedangkan anak usia SD dan remaja butuh screen time lebih banyak karena harus menyelesaikan tugas sekolah. Jika jatah screen time sudah selesai, ingatkan anak untuk mematuhi aturan secara disiplin. Di luar momen screen time, ajaklah anak-anak melakukan aktivitas fisik dan interaksi sosial supaya tumbuh kembang otak dan fisiknya berlangsung maksimal.
  • Meluangkan waktu untuk mendampingi anak pada momen screen time. Bila Anda sering mendampingi anak, maka anak-anak berkesempatan menanyakan berbagai hal penting tentang informasi yang baru diterima dari dunia luar. Pertanyaan anak adalah peluang bagi Anda untuk menjelaskan berbagai hal secara rinci demi meluruskan pemahaman anak.
  • Mengizinkan anak yang sudah beranjak remaja untuk membuat media sosial. Namun, jangan lupa untuk menjadi followers akun media sosial anak. Dengan demikian, Anda bisa memantau perkembangan anak secara mudah sekaligus dapat mereferensikan konten edukasi yang sarat manfaat di media sosial.
  • Mengajak anak untuk mempraktikkan ilmu dari konten edukasi yang disaksikannya. Anda bisa mengajak buah hati memasak bersama, membuat kerajinan tangan DIY, berkebun, atau melakukan hal-hal seru lainnya. Carilah konten kekinian yang sesuai dengan minat dan bakat buah hati sehingga anak Anda bersemangat mencoba hal-hal baru.


IndiHome Peduli terhadap Konten Edukasi untuk Anak Indonesia

Tak hanya berkomitmen menyediakan layanan telekomunikasi yang berkualitas untuk masyarakat, IndiHome juga peduli terhadap konten-konten edukasi di tanah air. Konten edukasi yang menarik, kreatif, dan bernuansa positif tentu turut mendukung perkembangan generasi muda di Indonesia. Latar belakang tersebut membuat IndiHome berinisiatif meluncurkan add-on EduKids.id yang menyediakan beragam konten edukatif dan menghibur untuk anak usia 2 hingga 16 tahun, yaitu e-book, animasi, dan musik. Anda bisa berlangganan EduKids.id melalui website IndiHome, aplikasi myIndiHome, dan IndiHome TV.


Cara Berlangganan Add-on EduKids.id Melalui
Website IndiHome:

  1. Pada halaman EduKids.id, klik tombol Berlangganan.
  2. Login menggunakan email atau nomor handphone Anda yang terdaftar.
  3. Masukkan kode OTP yang dikirimkan melalui SMS ke nomor handphone Anda.
  4. Pada halaman EduKids.id, pilih nomor IndiHome Anda. Kemudian, pilih paket yang Anda inginkan kecepatan tersedia dari 20 Mbps up to 100 Mbps, lalu  klik Berlangganan.
  5. Cek total tagihan Anda. Lalu, ceklis konfirmasi Syarat & Ketentuan, klik Lanjutkan.
  6. Masukkan kode OTP yang dikirimkan melalui SMS ke nomor handphone Anda.
  7. EduKids.id berhasil diaktifkan. 


Cara Berlangganan Add-on EduKids.id Melalui Aplikasi myIndiHome:

  1. Log in aplikasi myIndiHome Anda. Pada tombol navigasi di halaman beranda, klik ikon Beli. Kemudian, pilih Add-On.
  2. Pada menu Add-On, pilih EduKids.
  3. Pada halaman EduKids.id, pilih nomor IndiHome Anda. Lalu, pilih paket yang Anda inginkan kecepatan tersedia dari 20 Mbps up to 100 Mbps, klik Berlangganan.
  4. Cek total tagihan Anda pada halaman Checkout. Kemudian, ceklis konfirmasi Syarat & Ketentuan. Lalu, klik Berlangganan
  5. Masukkan kode OTP yang dikirimkan melalui SMS ke nomor handphone Anda.
  6. EduKids.id berhasil diaktifkan. 


Cara Berlangganan Add-on EduKids.id Melalui IndiHome TV:

  1. Pada menu IndiHome TV, pilih EduKids.id. Klik Purchase.
  2. Pilih metode verifikasi menggunakan OTP. Lalu, klik Next.
  3. Masukkan kode OTP yang dikirimkan melalui SMS ke nomor handphone Anda. Kemudian, klik Next.
  4. EduKids.id berhasil diaktifkan.


Sekarang, Anda tidak akan kesulitan memilihkan konten edukasi yang menarik, kreatif, dan berkualitas untuk buah hati. Karena Anda hanya perlu mengandalkan EduKids.id dari IndiHome. Bersama EduKids.id, buah hati Anda akan tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berakhlak.