Kobe Bryant: Mengenang Setahun Kepergian Sang Legenda NBA dan LA Lakers | IndiHome
16 FEB 2021        BLOG

Kobe Bryant: Mengenang Setahun Kepergian Sang Legenda NBA dan LA Lakers

Basket adalah salah satu olahraga permainan paling populer di dunia. Olahraga tersebut telah mencetak banyak atlet hebat yang populer dan diidolakan masyarakat, salah satunya adalah Kobe Bryant. Sayangnya, Kobe Bryant meninggal dunia pasca 4 tahun memutuskan pensiun dari kariernya sebagai pebasket profesional.

Masa Kecil Sang Legenda Basket Dunia

Kobe Bean Bryant merupakan putra seorang pebasket profesional National Basketball Associaton (NBA) selama delapan musim, Joseph Washington Bryant. Pria kelahiran 23 Agustus 1978 ini mulai menyukai basket sejak usia 3 tahun. Di usia 6 tahun, Kobe menetap di Italia karena sang ayah hengkang dari NBA dan melanjutkan kariernya di negara tersebut selama 8 tahun. 

Ketika beranjak remaja, Kobe mulai menggemari LA Lakers, tim basket profesional Amerika Serikat yang berbasis di Los Angeles. Kecintaan terhadap basket membuat Kobe mantap bergabung dengan tim basket Lower Merion High School Ardmore di Philadelphia saat dirinya kembali ke Amerika Serikat. Bakat Kobe semakin menonjol saat bergabung dengan tim basket tersebut. Bahkan, Kobe berhasil meraih predikat Pennsylvania Player of The Year di tingkat SMP dan SMA. Kobe terinspirasi untuk langsung bergabung dengan NBA setelah menyaksikan pertandingan Kevin Garnett di NBA Draft pada tahun 1995.

Tim basket Charlotte Hornets akhirnya memilih Kobe di urutan ke-13 dalam pertandingan NBA Draft tahun 1996. Saat itu, Kobe mulai populer karena lompatannya yang tinggi sehingga mendukung tim dalam mencetak angka. Bahkan, kemampuan melompat tersebut membuat Kobe berhasil memenangkan Slam Dunk Contest pada tahun 1997.

Pertandingan Pertama Kobe Melawan Michael Jordan

Bakat Kobe di dunia basket telah diakui Michael Jordan sejak Kobe masih berusia 19 tahun. Kala itu, Kobe di bawah naungan LA Lakers bertanding untuk pertama kalinya melawan Michael Jordan dari tim Chicago Bulls pada tanggal 17 Desember 1997. Pertandingan tersebut menghasilkan kemenangan bagi tim Chicago Bulls dengan skor 104 - 83. Meskipun LA Lakers kalah, penampilan Kobe Bryant justru menyita perhatian karena berhasil mencetak 33 poin atau tiga poin lebih sedikit dari sang superstar NBA, Michael Jordan. 

Selanjutnya, Kobe mulai mengoleksi banyak prestasi di dunia basket internasional, antara lain:

    • Peraih predikat All-Star pada musim keduanya di LA Lakers. Gelar tersebut membuat Kobe menjadi All-Star termuda sepanjang sejarah NBA.
    • Peraih cincin juara NBA tahun 2000, 2001, 2002, 2009, dan 2010.
    • Memperoleh 81 poin saat bertanding melawan Toronto Raptors pada tahun 2006.
    • Pemain terbaik (Most Valuable Player atau MVP) musim reguler tahun 2008 dan 2009.
    • Pemegang rekor All Star Game MVP tahun 2002, 2007, 2009, dan 2011.
    • Pemain utama yang mendukung kemenangan tim basket Amerika Serikat hingga meraih medali emas di Olimpiade 2008 Beijing China dan Olimpiade 2012 London Inggris. 
    • Pencetak skor terbanyak sepanjang sejarah LA Lakers (mengalahkan Jerry West) sekaligus menjadi pemain termuda NBA yang meraih lebih dari 30.000 poin selama berkarier.

 

 

Arti Julukan Black Mamba bagi Kobe Bryant

Julukan Black Mamba dipilih sebagai nama panggung saat bertanding dan memang akrab dengan Kobe Bryant selama berkarier sebagai pebasket profesional. Kobe memilih nama Black Mamba karena terinspirasi film berjudul Kill Bill karya Quentin Tarantino. Di film tersebut, Black Mamba digunakan sebagai kode nama seorang assassin yang mematikan. Penggunaan julukan itu membuat Kobe berharap dirinya bisa bertindak profesional selama berlaga di lapangan dan menyisihkan masalah pribadinya untuk sementara waktu. 

Keputusan Pensiun dari Dunia Basket

Kobe mengalami cedera parah yang menimbulkan keretakan jari telunjuk, pembengkakan lutut kanan, tendon achilles kaki kiri sobek, dan pergelangan kaki kiri terkilir pada musim 2009-2010. Setahun kemudian, Kobe mengalami cedera lain yang menyebabkan tulang lutut kirinya patah dan tendon pada sendi bahu kanan sobek. Kondisi fisik yang menurun membuat Kobe memutuskan pensiun dari dunia basket yang dicintainya. Pada pertandingan terakhirnya melawan Utah Jazz, Kobe berhasil mencetak 60 poin yang merupakan perolehan terbanyak dalam pertandingan tersebut. 

Setelah pensiun, Kobe mulai fokus di bidang investasi dan membentuk kemitraan bersama pemodal ventura, Jeff Stibel. Perusahaan dana investasi hasil kerja sama tersebut didukung dana sebesar 100 juta Dollar AS atau sekitar Rp1,4 triliun dan berhasil mendanai sejumlah perusahaan besar seperti Dell, Alibaba, Epic Games, dan Klarna. Pada tahun 2018, Kobe juga bergabung dengan Mamba Sport Academy yang didirikan CEO Chad Faulker sejak tahun 2016. Mamba Sport Academy memiliki misi mendukung para atlet profesional sekaligus mempersiapkan generasi penerus untuk masa depan. 

Sosok Kobe di Mata Orang-Orang Terdekat

Tak cuma dikenal sebagai atlet basket yang hebat, Kobe juga meninggalkan kesan mendalam bagi orang-orang terdekatnya. Mantan pelatih LA Lakers yang juga melatih ayah Kobe, Del Harris, menilai Kobe sebagai sosok yang mudah dilatih, fokus, dan sangat berdedikasi. Prestasi Kobe ditunjang oleh bakat alami yang diwariskan sang ayah serta konsistensi latihan, kerja keras, dan ambisi yang besar.

Kobe juga dikenal sebagai family man yang hangat dan pandai mengatur worklife balance di tengah kesibukan kariernya. Vanessa Bryant, istri Kobe, menyatakan bahwa Kobe adalah ayah yang hebat dan selalu mendukung cita-cita keempat buah hatinya. Pada tanggal 26 Januari 2020, Kobe dan putrinya Gianna, meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter dalam perjalanan menuju Mamba Sport Academy di California Selatan. Kepergian Kobe untuk selama-lamanya membuat dunia terkejut dan merasa sangat kehilangan. Karena Kobe bukan hanya atlet hebat yang menjadi teladan bagi generasi penerusnya, tetapi juga tokoh yang inspiratif dan dicintai banyak orang. 

Menyaksikan pertandingan basket tanpa Kobe Bryant memang terasa hampa. Namun, semangat Kobe di dunia olahraga yang dicintainya tersebut tentu akan selalu ada dan menginspirasi para penerusnya. Dunia basket akan memiliki Kobe-Kobe lainnya yang siap meneruskan semangat Kobe Bryant. Tentu saja Anda harus menjadi saksi kelahiran atlet-atlet basket profesional di masa kini dan masa mendatang.

Kini, Anda bisa menyaksikan tayangan pertandingan NBA secara mudah dengan berlangganan paket Minipack Channel TV dari IndiHome. IndiHome menyediakan minipack IndiBasketball bagi para penggemar olahraga Basket. Hanya dengan membayar biaya berlangganan sebesar Rp15.000 per bulan, Anda bisa menonton pertandingan basket di channel NBA TV dan NBA TV HD sehingga Anda tak akan ketinggalan momen terbaiknya. Yuk, login dahulu di website IndiHome atau aplikasi myIndiHome agar bisa berlangganan minipack IndiBasketball sekarang juga.