Kenali 5 Fase Burnout dalam Pekerjaan | IndiHome
27 APR 2022        BLOG

Kenali 5 Fase Burnout dalam Pekerjaan

Burnout atau kelelahan emosional bisa terjadi pada siapa saja. Para pekerja pun menjadi orang yang paling rentan mengalaminya. Padahal, hal ini berdampak negatif pada performa pekerjaan.

Bahkan, dalam sebuah penelitian tahun 2020, diketahui bahwa gejala burnout meningkat 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk itu, sebelum berakibat fatal, kenali beberapa fase burnout dalam bekerja.

Umumnya ada lima tahapan burnout yang biasa dialami oleh para pekerja, di antaranya:

  • Fase bulan madu
    Fase bulan madu atau the honeymoon phase biasanya muncul saat seseorang baru memasuki dunia kerja, proyek, atau kantor baru. Semua hal rasanya bisa dilakukan karena ingin membuktikan kemampuan diri.

    Akibatnya, di tahap ini Anda akan banyak mengambil pekerjaan di luar batas kemampuan. Hal ini pun berdampak pada timpangnya waktu dan energi sehingga jika berlanjut akan membuat Anda stres.

  • Timbul Stres
    Timbulnya stres dalam bekerja terjadi karena ketimpangan waktu dan energi yang Anda jalani. Tahap burnout dalam bekerja ini membuat Anda merasakan beberapa gejala, seperti berkurangnya fokus, mengalami kecemasan hingga menurunnya nafsu makan.

  • Stres Kronis
    Setelah munculnya stres, jika tidak dibiarkan Anda akan mengalami stres kronis. Di tahap ini, stres akan memengaruhi segala kualitas hidup, baik pekerjaan hingga kehidupan sosial karena Anda akan mudah marah dan terserang penyakit akibat imun yang menurun.

  • Burnout (Tahap Krisis)
    Jika tak tertangani, Anda akan masuk dalam tahap burnout. Di tahap ini, level stres akan lebih sulit karena memengaruhi secara penuh kehidupan Anda. Anda akan merasa sulit bangun pagi, merawat diri, hingga bersosialisasi.

    Bahkan, di tahap ini, orang-orang yang mengalami burnout akan merasakan keraguan atas dirinya. Kemudian, tanda pada fisik lainnya akan terlihat dari sakit kepala tak tertahankan, gangguan pencernaan, hingga kelelahan.

    Burnout dalam bekerja ini bisa diatasi dengan mencari bantuan profesional, baik psikolog atau psikiater. Anda juga bisa mengistirahatkan diri dari pekerjaan untuk meredakan burnout yang terjadi.

  • Habitual Stress
    Habitual stress akan terjadi ketika Anda tidak bisa mengatasi tahapan burnout. Ketidaknyamanan ini bisa muncul ketika Anda sedang sibuk-sibuknya bekerja sehingga bisa mengganggu produktivitas Anda kapan saja dan di mana saja.

    Untuk itu, ada baiknya untuk memprioritaskan diri terlebih dahulu. Pastikan bahwa Anda telah merasa lebih baik untuk bisa bekerja sesuai kemampuan Anda. Jangan paksakan diri pada hal-hal yang membebani Anda secara berlebihan.

 

Atasi Burnout dengan Paket Khusus Pelajar, Pengajar, dan Jurnalis dari IndiHome

Salah satu cara mengatasi burnout dalam bekerja adalah beristirahat dari pekerjaan. Hal itu bisa didapatkan secara mudah dengan berselancar di dunia maya. Ada banyak hal menarik yang bisa ditemukan, misalnya menonton video lucu atau bermain online games.

Nah, semua hal tersebut bisa Anda dapatkan dengan berlangganan Paket Khusus Pelajar, Pengajar, dan Jurnalis dari IndiHome. Anda bisa menikmati internet dengan kecepatan hingga 30 Mbps dengan harga mulai dari Rp200.000-an saja per bulannya.

Selain itu, Anda juga bisa menikmati puluhan channel TV interaktif dengan beragam konten edukatif dan menginspirasi sehingga bisa meredakan burnout. Menariknya lagi, Anda bisa mengakses aplikasi Pijar Belajar yang membuat aktivitas belajar sehari-hari jadi lebih menyenangkan.