Persiapan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus menurut Psikolog | IndiHome
9 SEP 2021        BLOG

Persiapan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus menurut Psikolog

Setiap anak memiliki hak mendapatkan pendidikan yang dapat memaksimalkan tumbuh kembang dan wawasannya agar masa depannya cerah, termasuk anak dengan kebutuhan khusus. Akan tetapi, mempersiapkan pendidikan anak berkebutuhan khusus sudah pasti bukan perkara mudah.

Sebagai orang tua, Anda perlu tahu bagaimana cara menilai kesiapan anak berkebutuhan khusus (ABK) sebelum mengirimnya ke sekolah. Dengan begitu, barulah bisa memilih model pendidikan yang tepat sesuai kondisi anak. 

Aspek-Aspek Penting yang Harus Diperhatikan Orang Tua dalam Mempersiapkan Anak Berkebutuhan Khusus Bersekolah

Menurut Rahma Paramita, seorang psikolog anak dan remaja menyebutkan, bahwa ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan setiap orang tua sebelum memutuskan untuk menyekolahkan anak berkebutuhan khusus, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Perkembangan fisik (melingkupi motorik halus dan kasar)
  2. Bahasa (reseptif dan ekspresif)
  3. Kognisi (pendekatan pembelajaran)
  4. Pramembaca dan menulis
  5. Perhitungan dasar
  6. Sosial
  7. Emosi

Perkembangan fisik ini merupakan aspek paling mendasar yang harus diperhatikan oleh orang tua. Dalam perkembangan fisik, contoh pada anak usia prasekolah di tingkat usia 10 – 24 bulan. Orang tua harus memperhatikan apakah anak sudah dapat duduk untuk bisa mengikuti kelas atau belum.

Selain fisik, lebih lanjut Rahma juga menjelaskan betapa pentingnya kesiapan sosial anak. Hal ini melingkupi kesadaran diri anak akan lingkungan sekitar, seperti apakah anak sudah mulai membuat pertemanan atau menunggu giliran? Kegiatan tersebut sangat erat kaitannya dengan kesadaran.

Akomodasi Belajar ABK (Anak Berkebutuhan Khusus)

Dalam psikologi anak berkebutuhan khusus, akomodasi belajar menjadi salah satu kunci memberikan pendidikan terbaik. Akomodasi belajar dikelompokkan atas 6 aspek, yaitu:

  • Cara memberi instruksi
  • Bentuk tugas atau materi belajar
  • Setting belajar
  • Jadwal belajar
  • Waktu belajar
  • Manajemen tugas dan waktu

Apabila dalam materi belajar salah satu anak hanya dapat menerima materi dengan cara mendengar saja, ada anak lainnya yang hanya dapat menerima materi menggunakan video. Pada anak reguler, bisa diberi 10 pertanyaan. Namun, untuk anak berkebutuhan khusus, bisa dicicil dengan 2 pertanyaan terlebih dahulu.

Selain itu, kalau ABK tidak merasa nyaman menyampaikan tugas dengan cara menulis, maka bisa diganti dengan metode lain, seperti proyek presentasi atau bercerita. Bahkan, pada kasus anak yang memiliki selective mutism, orang tua akan merekam respon anak dan menunjukkannya pada guru.

Dengan kata lain, semua metode diperbolehkan untuk diaplikasikan asalkan baik dan benar. Sebab tujuan dasarnya terletak pada tingkat pemahaman anak terhadap materi yang disampaikan.

Mita juga menjelaskan, bahwasanya aspek akomodasi, seperti setting belajar dapat dilakukan secara individual atau berkelompok. Menyesuaikan dengan kenyamanan anak dalam mengikuti pelajaran.

Selain itu, akomodasi setting belajar juga bisa mengacu pada tidak semua anak harus belajar dalam kelas. Jika anak belum bisa beradaptasi belajar dalam kelompok besar, bisa disiasati dengan membuat kelompok kecil berjumlah 4-6 orang, dan bahkan bisa juga membuat kelas individu.

Kurikulum Disesuaikan dengan Kebutuhan Anak

Selain mengadakan akomodasi belajar untuk ABK. Dalam menyelenggarakan pendidikan anak berkebutuhan khusus juga diperlukan modifikasi kurikulum secara berkala. Mita menambahkan, jika pihak sekolah tidak berhak memaksa ABK menguasai berbagai hal, seperti materi pelajaran.

Akan tetapi, sebaiknya fokus pada mengajarkan hal-hal umum yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara membaca tanda jalan, matematika dasar, dan cara membaca resep obat, di mana hal tersebut penting dan sering digunakan dalam keseharian setiap individu.

Kenapa akomodasi dan modifikasi belajar sangat penting untuk anak berkebutuhan khusus? Hal tersebut berkaitan dengan menumbuhkan potensi dan kemandirian anak. Sebab sejatinya, semua anak itu unik. Meskipun memiliki kekurangan, tapi pasti ada kelebihan yang dimiliki.

3 Persiapan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Sebelum Masuk Sekolah Inklusif

  1. Mengerti dan Memahami Kondisi Anak
    Orang tua perlu mengetahui apa saja bakat dan kemampuan anak, khususnya kelebihan atau minat apa saja yang dimiliki oleh anak. Bukan hanya tahu jenis disabilitas atau kebutuhan yang bisa mendukung perkembangan anak ketika mengikuti sistem pendidikan inklusif.

    Lebih dari itu, orang tua juga seharusnya mengenali potensi anak dan bisa disalurkan ke mana kemampuan tersebut. Jadi, jangan hanya berorientasi pada kekurangan anak saja.

  1. Berkonsultasi dengan Profesional
    Jika selaku orang tua Anda masih meraba atau sulit mengenali potensi anak dan ingin mengetahuinya. Disarankan untuk berkonsultasi langsung kepada ahlinya, yakni lembaga legal yang memang mempunyai kapasitas untuk memberikan solusi yang tepat dan akurat.

    Umumnya, lembaga tersebut juga menyebar di sekolah yang tidak terafiliasi. Oleh sebab itulah, para orang tua harus rajin dalam mencari informasi, baik secara online maupun offline guna mendukung potensi dan perkembangan anak yang memiliki kebutuhan khusus.

  1. Meminta Assessment (Penilaian) Potensi Anak ke Psikolog Pendidikan
    Fokus penilaian sebaiknya adalah bakat yang dimiliki anak, dan bukan melulu membahas mengenai apa saja kekurangan buah hati Anda. Sebab selama ini, assessment yang diterapkan oleh pihak terkait lebih cenderung berorientasi pada kelemahan siswa saja.

    Jika psikolog pendidikan masih mencantumkan assessment ini. Sudah pasti ABK akan selalu ditolak oleh lembaga sekolah umum. Karenanya, sebagai bentuk persiapan, sebaiknya bawalah penilaian yang menunjukkan mengenai potensi anak supaya terkesan balance.

 

Cari Tahu Apa Saja Hal yang Harus Dipersiapkan Orang Tua Sebelum Menyekolahkan Anak Berkebutuhan Khusus dengan Dukungan Paket 2P (Internet + Phone) dari IndiHome

Menjelang tahun ajaran baru, para orang tua tentu mulai sibuk bersiap untuk mendaftarkan anak ke sekolah dengan tujuan supaya buah hati memiliki masa depan cemerlang, tidak terkecuali bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, dan dinilai telah siap untuk masuk ke sekolah.

Selain menyekolahkan anak di sekolah umum, orang tua dari calon siswa ABK juga bisa memilih lembaga pendidikan dengan sistem inklusif. Namun, yang mana pun Anda ingin pilih, tetap saja harus membuat berbagai persiapan sehingga nantinya anak bisa belajar dengan aman dan nyaman.

Bingung apa saja yang harus dipersiapkan dan kebetulan tidak memiliki kerabat atau kenalan dengan anak ABK? Tidak perlu cemas, Anda bisa mencari semua informasi yang dibutuhkan melalui internet. Apabila belum jelas, maka bisa langsung menelepon lembaga resmi terkait di bidangnya.

Agar proses mempersiapkan segala sesuatu menjadi lebih cepat dan mudah, Anda bisa berlangganan Paket 2P (Internet + Phone) dari IndiHome sebagai solusi memenuhi kebutuhan digital 2-in-1. Jadi, Anda bisa bebas browsing di jaringan super stabil dan nelpon ke mana saja sepuasnya.

Apa Itu Paket 2P (Internet + Phone)?

Paket 2P (Internet + Phone) adalah salah satu bundle dari IndiHome dengan penawaran benefit berupa internet dengan kecepatan up to 100 Mbps dan bebas nelpon ke jaringan lokal/interlokal selama 300 menit. Jadi, Anda bisa mendapatkan kedua benefit tersebut dalam 1 paket komplet.

Bukan hanya itu, pelanggan Paket 2P (Internet + Phone) juga bisa bebas pilih bonus di bawah ini:

  • Study : Wifi.id Seamless, IndiHome Study, Cloud Storage 16 GB
  • Entertainment : Wifi.id Seamless, Langit Musik Gold, Add-on Benefit Voucher Games (Mobile Game Online)

Mencari tahu informasi pendidikan anak berkebutuhan khusus dan hal-hal yang perlu dipersiapkan akan jadi lebih mudah dan praktis dengan Paket 2P (Internet + Phone) dari IndiHome. Pasalnya, Anda bisa bebas internetan maupun nelpon tanpa takut tagihan internet dan telepon membengkak.