Mahasiswa Berhasil Kembangkan Sabun Antibakteri dari Bahan Alami | IndiHome
2 MAR 2021        BLOG

Mahasiswa Berhasil Kembangkan Sabun Antibakteri dari Bahan Alami

Antibakteri bisa menjadi zat yang mampu menghambat sekaligus membunuh pertumbuhan bakteri. Akan tetapi, FDA atau Food and Drug Administration telah melarang adanya sabun antibakteri. Hal ini dikarenakan adanya zat kimia yang dianggap tidak aman jika digunakan dalam jangka panjang.

Sering kali sabun bahan kimia mempunyai kandungan berupa triclocarban dan triclosan. Cara yang paling efektif untuk menghindari efek samping yang ditimbulkan dari sabun antibakteri yaitu melalui penggunaan antibakteri dari beberapa bahan alam sebagai pengganti triclocarban. 


Bahan Alam yang Dapat Menggantikan Triclocarban

Bahan alam yang dapat menggantikan triclocarban bisa ditemukan pada senyawa saponin yang mempunyai efek antibakteri. Daun jarak menjadi jenis tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri, karena tanaman ini mempunyai aktivitas antibakteri yang baik. 

Tidak hanya itu saja, kandungan yang ada di dalamnya pun juga mengandung saponin, flavonoid, dan juga tanin. Kabar baiknya, sekelompok mahasiswa dari UNY atau Universitas Negeri Yogyakarta jurusan pendidikan kimia fakultas MIPA telah menggagas pembuatan sabun antibakteri. 

Sabun tersebut berbahan dasar daun jarak pagar dan juga minyak goreng. Pemakaian minyak goreng sudah menjadi kebutuhan pokok pada proses pengolahan bahan pangan. Hal ini dikarenakan kandungan asam lemak bebas yang ada pada minyak cukup tinggi dan bisa diolah menjadi sabun. 


Proses Pembuatan Sabun Antibakteri 

Ada beberapa tahapan untuk bisa menciptakan sabun antibakteri tersebut. Proses yang dimaksud yaitu melalui saponifikasi yang menggunakan larutan alkali. Hasil dari minyak goreng tersebut cukup melimpah dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan sabun. 

Proses pembuatan sabun tersebut dapat dimulai dari pembersihan minyak goreng bekas, kemudian pembuatan ekstraksi daun jarak dan juga pembuatan sabun. Untuk minyak goreng bekas tersebut nantinya dibersihkan dari bahan pengotor sisa penggorengannya dengan cara menggunakan kertas saringan.

Minyak ditambahkan adsorben sebanyak 7,5% dan untuk berat minyak diaduk hingga 30 menit lalu didiamkan hingga 72 jam. Setelah itu, minyak goreng akan disaring kembali untuk dipisahkan dari adsorbennya. Daun jarak dicuci untuk ekstraksi dan dikeringkan langsung di bawah sinar matahari. 

Daun jarak yang sudah kering akan digiling menjadi serbuk sebanyak 500 gram dan direndam pada etanol 95%. Sampel tersebut akan direndam selama 3 x 24 jam. Setiap 24 jam sekali, rendaman diaduk. Setelah itu, rendaman dipekatkan dengan vacuum rotary evaporator 70 derajat dengan kecepatan 100 Rpm.

Proses terakhir pembuatan sabun yaitu minyak goreng dipanaskan 60 gram dengan suhu 40 derajat. Lalu, ditambahkan dengan larutan NaOH sebanyak 30 mm, lalu diaduk selama 20 menit. Para mahasiswa tersebut juga menambahkan 10 mm gliserin ekstrak daun jarak pagar dan minyak esensial 1 ml. 

Kemudian, adonan didinginkan dan mulai memasuki proses pencetakan. Jenis sabun yang dihasilkan tersebut merupakan jenis sabun padat, sehingga lebih banyak diperuntukkan sebagai sabun cuci tangan. Kandungan ekstrak daun jarak yang ditambahkan mampu memberikan efek antibakteri. 

Keamanan Sabun Antibakteri 

Jenis sabun ini sangat baik jika digunakan sebagai penunjang kesehatan dan kebersihan. Kelayakan dari sabun ini sudah berstandar SNI 0 6-35 32-1994. Dari segi keamanan, sabun ini sangat aman jika digunakan, karena sabun antibakteri telah diuji melalui beberapa tahapan.

Seperti melalui organoleptik, fitokimia, derajat keasaman, kadar air, penentuan jumlah busa maupun antibakteri, dan kadar alkali bebas. Hasil uji tersebut ditunjukkan dengan sampel alami perubahan yang menjadi hijau kebiruan. Tanda inilah yang menunjukkan terdapat senyawa fenol.

Terdapat perubahan warna larutan menjadi merah jingga, dan hal tersebut menunjukkan terdapat kandungan flavonoid. Sementara warna hijau kehitaman yang ditimbulkan menunjukkan adanya senyawa tanin. Uji saponin tersebut berbentuk buih dan tidak menghilang 10 menit 1 - 10 cm. Hal ini juga menunjukkan saponin aktivitas dari antibakteri sabun yang dihasilkan telah diuji bakteri Staphylococcus aureus dan juga Escherichia coli dengan mengukur zona bening.

Pengujian tersebut telah menunjukkan bahwa bakteri tidak bisa tumbuh, mengindikasi intervensi pada aktivitas sabun. Dari hasil tersebut bisa ditarik kesimpulan sabun daun jarak pagar mempunyai aktivitas antibakteri, yaitu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

Dengan demikian, maka senyawa aktifnya akan membentuk kompleks reversible bersama dengan steroid yang ada di dinding sel. Kompleks tersebut terbentuk dan mengakibatkan kerusakan pada membran sel, dengan begitu bakteri tidak bisa tumbuh.


Efektivitas Sabun Biasa Vs Sabun Antibakteri 

Di tengah pandemi, sabun antibakteri untuk mencuci tangan atau untuk mandi dijual di pasaran. Biasanya, sabun antibakteri tersebut mempunyai kandungan triclosan 0,1 sampai 0,45% dan juga triclocarban. Dengan kandungan tersebut, sabun itu mampu dipercaya dapat mengusir bakteri maupun virus yang menempel.

Dibandingkan dengan penggunaan sabun biasa, kadar triclosan memang jauh lebih rendah dari sabun antibakteri yang banyak digunakan di rumah sakit. Namun, sabun bakteri yang bisa Anda jumpai di pasaran tetap ampuh dalam membunuh jamur, bakteri, maupun virus. 

Lalu bagaimana perbandingan antara sabun antibakteri dengan sabun biasa? Sabun antibakteri memang sangat ampuh untuk membunuh bakteri, kuman dan virus. Berbeda dengan sabun biasa yang masih diragukan. Akan tetapi sabun antibakteri cenderung membuat kulit alergi atau menjadi kering.

Meskipun demikian, Anda tetap harus menerapkan cara mencuci tangan dengan baik dan benar menggunakan sabun. Terlebih lagi di masa pandemi ini menjaga kebersihan menjadi cara paling utama agar terhindar dari paparan virus Corona.

Di tengah pandemi ini, semua masyarakat di seluruh dunia harus benar-benar menjaga kebersihan dan pola gaya hidup yang lebih sehat. Namun, ternyata hal demikian pun tidak cukup, karena seluruh masyarakat di Indonesia maupun di negara lainnya juga diharuskan untuk berdiam diri di rumah sejenak.

Tujuannya adalah agar dapat memutus rantai penyebaran virus Corona. Jika hanya di rumah saja, pastinya sangatlah membosankan, bukan? Namun tenang saja, ada Paket 3P (Internet+TV+Phone) dari IndiHome yang bisa menemani dan mendukung produktivitas Anda di rumah.

Melalui Paket 3P ini, Anda dan keluarga bisa mendapatkan tayangan TV dan konten berkualitas, jaringan telepon rumah jernih, dan jaringan internet hingga 300 Mbps. Sangat menarik, kan? Bersama IndiHome, Anda dapat merasakan kenyamanan dan anti bosan, meskipun hanya berdiam di rumah. 

Mau tahu harga Paket 3P (Internet+TV+Phone) dari IndiHome? Simak daftar harganya berikut ini:

 

Kecepatan Internet

Jumlah Perangkat

Harga

Up to 20 Mbps

3 sampai 5 perangkat

Rp375.000/bulan

Up to 30 Mbps

5 sampai 7 perangkat

Rp450.000/bulan

Up to 40 Mbps

7 sampai 10 perangkat

Rp525.00/bulan

Up to 50 Mbps

10 sampai 12 perangkat

Rp590.000/bulan

Up to 100 Mbps

12 sampai 18 perangkat

Rp945.000/bulan

Up to 200 Mbps

18 sampai 25 perangkat

Rp1.665.000/bulan

Up to 300 Mbps

25 sampai 30 perangkat

Rp2.655.000/bulan

 

Anda juga bisa memilih bonus dengan berlangganan Paket 3P (Internet+TV+Phone) ini, lho. Berikut ini adalah bonus yang bisa Anda pilih:

  • Kids: CATCHPLAY+ (Paket Movie Lovers), IndiKids Bright, dan IndiHome Study
  • Movie: IndiMovie 2
  • Musik: CATCHPLAY+ (Paket Movie Lovers), iKonser, Langit Musik (Gold), Wifi.id Seamless
  • Gamers: CATCHPLAY+ (Paket Movie Lovers), Cloud Storage 8 GB, Benefit Voucher Games (Mobile Game Online)
  • Entertainment: Upgrade STB Hybrid ATV, SVOD IndiBox, Iflix (VIP)

 

Seru, kan? Yuk, berlangganan Paket 3P (Internet+TV+Phone) IndiHome sekarang agar semakin nyaman dan produktif di rumah!